Connect with us

Ekonomi Makro

Ekonomi Syariah Kian Menguat, Sulawesi Tenggara Jadi Episentrum di Kawasan Timur Indonesia

Published

on

KENDARI, bursabisnis.id – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan, merata, dan inklusif.

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, BI berupaya mewujudkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang mengalokasikan dan mendistribusikan sumber daya, berdasarkan hukum dan prinsip syariah dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan umat (maslahah).

Dalam sistem ini, kegiatan ekonomi tidak hanya berorientasi pada keuntungan (profit), tetapi juga memperhatikan aspek keadilan, keseimbangan, dan keberlanjutan sosial.

Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ekonomi syariah kian menguat, bukan semata dari kebijakan di atas kertas, melainkan dari kerja-kerja lapangan yang semakin tampak.

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Terus Dilakukan KPw BI Sulawesi Tenggara

Pada 20-22 Juni 2025, KPw BI Sultra menggelar “Sultra Maimo 2025”. Agenda tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem halal di daerah.

Ajang ini bukan sekadar panggung showcase UMKM, melainkan ruang pertemuan pelaku usaha, perbankan, asosiasi, serta pemerintah lintas level agar rantai nilai halal benar-benar menyambung.

Pada tanggal 23–25 Juli 2025, KPw Bank Indonesia Sultra juga memfasilitasi pelaku usaha syariah berpartisipasi dalam pameran dan sesi business matching, yang mempertemukan mereka dengan pembeli domestik dan global dan berkesempatan untuk menguji daya saing produk, mengasah kemampuan negosiasi, sekaligus membuka kanal pemasaran yang lebih pasti.

Rangkaian penguatan kapasitas berlanjut pada kegiatan booth camp IKRA (Industri Kreatif Syariah) 7-10 Agustus 2025 yang memfasilitasi peserta pelaku usaha ikut serta pada pelatihan, seminar, talkshow, dan pagelaran karya kreatif. Kurasi mutu dan pengemasan menjadi fokus agar produk lokal tidak hanya enak dilihat, tetapi juga siap uji di pasar modern.

Perbaikan hulu-hilir dalam upaya mendorong pertumbuhan ekosistem halal juga dilakukan pada 26-28 Agustus 2025, melalui showcasing produk UMKM anggota IKRA di forum koordinasi kebijakan daerah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk halal lokal pada para pengambil kebijakan, sehingga dukungan bisa lebih terarah. Selanjutnya, pada 29 Agustus-1 September 2025, UMKM wastra dan makan minum olahan binaan BI Sultra ikut ambil bagian dalam sejumlah kompetisi pada Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI).

Memasuki kuartal terakhir, agenda edukasi dan jejaring meluas. Pada 8-12 Oktober 2025, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 menjadi panggung besar untuk literasi dan pengembangan ekosistem syariah.

Bagi pelaku di daerah, ISEF bukan sekadar acara tingkat nasional, event ini merupakan kompas ekonomi syariah dari pembiayaan, teknologi, hingga tren yang bisa diadaptasi di Sulawesi Tenggara.

Sinergi geliat ekonomi syariah guna mengakselerasi ekosistem pariwisata halal dilakukan melalui Kick Off Zona KHAS (Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) yang diselaraskan dengan ajang Kharisma Event Nusantara “Wakatobi Wave 2025”.

Hadirnya Zona KHAS akan meningkatkan pengalaman para wisatawan dan bagian dari penguatan quality tourism berbasis ekonomi syariah.

Penguatan edukasi dan literasi ekonomi syariah juga diwujudkan dalam sinergi dan kontribusi Kantor Perwakilan BI Sultra pada kegiatan STQH XXVIII pada 9-19 Oktober 2025.

Tidak sampai di situ, pada periode yang sama 14 Oktober 2025, dilakukan edukasi ekonomi dan keuangan syariah digelar khusus untuk mahasiswa di Kendari, memastikan generasi muda memahami bahwa ekonomi syariah bukan hanya istilah, melainkan cara bertransaksi yang adil, bersih, dan menumbuhkan usaha secara berkelanjutan.

Sinkronisasi sisi sosial dan komersial terlihat pada 21 Oktober 2025 melalui penyelenggaraan akad massal KUR kepada 800 ribu UMKM secara luring dan daring di seluruh provinsi.

Skala ini bukan hanya angka yang mengesankan, menandakan keberpihakan pada pelaku kecil yang membutuhkan modal kerja dengan ketentuan yang lebih masuk akal dan transparan. Dua hari kemudian, 23 Oktober 2025, dicatat rekor dunia dan MURI untuk investor saham serta reksa dana syariah, sekaligus rekor literasi keuangan syariah kepada mahasiswa terbanyak.

Rekor tentu bukan tujuan akhir, tetapi menjadi penanda bahwa minat dan partisipasi publik terhadap instrumen keuangan syariah tumbuh pesat aset paling berharga untuk mendorong pasar yang lebih dalam dan inklusif.

Provinsi Sulawesi Tenggara punya bekal untuk menjadi episentrum ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia. Potensi Sultra dari pelaku UMKM yang adaptif, destinasi wisata yang kuat, jejaring pendidikan dan komunitas yang hidup, serta kanal digital yang kian ramah pengguna.

Langkah berikutnya adalah menjaga ketersinambungan hulu hilir dalam satu peta ekonmi syariah. Pada titik itu, ekonomi syariah hadir bukan sebagai alternatif yang eksklusif, melainkan arus utama yang menyeimbangkan nilai dan nilai tambah. Pertumbuhan ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara perlahan mengubah wajah daerah, lebih rapi, lebih adil, dan lebih percaya diri menyambut peluang baru.

Ada tiga aspek utama pendorong ekonomi syariah, diantaranya akses pembiayaan yang lebih adil bagi pelaku usaha, peneguhan standar halal dari hulu ke hilir, serta perbaikan layanan destinasi ramah muslim.

Sinergi antarlembaga pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan syariah, lembaga sertifikasi, kampus, dan komunitas membuat arah kebijakan lebih terasa hingga dapur usaha kecil hingga etalase wisata.

Di lapangan, kemajuan itu mungkin tidak begitu terlihat namun konsisten merubah UMKM semakin memahami pembukuan keuangan, konsumen makin percaya pada mutu dan label halal, dan kesadaran pelaku destinasi wisata menyediakan fasilitas dengan standar yang makin jelas.

Peran BI Sultra dalam Mendorong Ekonomi Syariah Daerah

Sebagai bagian dari komitmen nasional, KPw BI Sultra turut berperan aktif dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayahnya, melalui berbagai inisiatif strategis.

1. Mendorong Business Matching UMKM dan Perbankan Syariah

Dalam ajang flagship event Sultra Maimo 2025, BI Sultra memfasilitasi business matching antara pelaku UMKM dan perbankan syariah yang berhasil menyalurkan pembiayaan senilai lebih dari Rp7,2 miliar. Capaian ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pembiayaan syariah dan memperkuat sektor riil daerah.

2. Mengembangkan Pariwisata Halal di Sulawesi Tenggara

Bersinergi dengan KDEKS, Dinas Kesehatan, dan BPJPH, BI Sultra mendorong pembentukan zona khas halal di tiga daerah unggulan: Kendari, Wakatobi, dan Kolaka Timur.

Inisiatif ini diharapkan memperkuat daya tarik wisata halal Sultra yang berdaya saing nasional dan internasional.

3. Mendorong Halal Value Chain melalui

Sertifikasi Halal UMKM BI Sultra memfasilitasi sertifikasi halal bagi 3 Rumah Potong Hewan/Unit (RPH/U), 20 juru sembelih halal (Juleha), dan lebih dari 50 UMKM, bekerja sama dengan BPJPH.

Program ini memperluas rantai nilai halal daerah (halal value chain) dan meningkatkan daya saing produk lokal.

4. Capacity Building untuk Pelaku Usaha Syariah

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, BI Sultra meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelaku usaha syariah, agar lebih kompetitif di pasar halal global.

5. Pemberdayaan Pondok Pesantren melalui HEBITREN

BI Sultra juga memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui dukungan terhadap Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN), mendorong pesantren menjadi pusat kegiatan ekonomi berbasis syariah di daerah.

Kolaborasi Menuju Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Bank Indonesia berkomitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah yang adil, merata, dan inklusif.

Sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mengakselerasi visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

 

 

 

 


Sumber: Makmur T. Hasudungan Panjaitan
Editor: Mirkas

Ekonomi Makro

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Published

on

By

Jakarta, Bursabisnis.id-Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui penguatan kinerja, transformasi bisnis yang berkelanjutan, serta komitmen menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.

Kinerja solid Perseroan sepanjang 2025 menjadi landasan bagi BRI untuk kembali memberikan kontribusi signifikan kepada negara melalui pembagian dividen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026), Perseroan menetapkan pembagian total dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per saham.

Pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Pencapaian ini kembali menempatkan BRI sebagai salah satu kontributor dividen terbesar kepada negara, sekaligus mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Momentum kinerja yang solid ini pun terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada Triwulan I 2026, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7% yoy, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4% yoy.

Di tengah fundamental kinerja yang tetap terjaga, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa kehadiran Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat sinergi, mempercepat transformasi, serta meningkatkan peran Perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hery.

Dalam fase baru pengelolaan di bawah Danantara, BRI terus memperkuat kinerja dan mempercepat transformasi untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai program pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Komitmen ini tercermin dalam sejumlah langkah strategis berikut:

1. BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
BRI resmi membagikan dividen jumbo dari tahun buku 2025 dengan total mencapai Rp52,1 triliun. Nilai tersebut menjadi dividen tertinggi sepanjang sejarah BRI, sekaligus mempertegas konsistensi Perseroan dalam menjaga profitabilitas, menciptakan nilai bagi pemegang saham, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

2. Transformasi BRIvolution Reignite
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi, BRI menetapkan program transformasi BRIVolution Reignite yang dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memastikan BRI tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi.

BRIVolution Reignite menegaskan fokus BRI pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan bisnis baru yang berkelanjutan. Seluruh agenda tersebut dijalankan dengan orientasi customer-centric, sekaligus memperkuat peran BRI sebagai bank yang melayani seluruh segmen nasabah.

3. Rebranding BRI: Pertegas Posisi “Satu Bank untuk Semua”

Sebagai kelanjutan dari agenda transformasi, BRI telah meluncurkan Corporate Rebranding BRI pada Selasa (16/12/2025) bersamaan dengan hari jadi yang ke-130.

“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi Perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development,” ujar Hery.

4. CoF Turun ke 2,3%, Efisiensi Pendanaan Makin Kuat

Pada Triwulan I 2026, CASA BRI tumbuh 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun, mendorong rasio CASA naik ke 68,07% dan menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,3% dari 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan struktur pendanaan tersebut ditopang oleh meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI, yang turut memperkuat efisiensi pendanaan Perseroan.

5. KUR BRI Terbesar, Penyaluran Tembus Rp84,36 Triliun

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87% dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun. Mayoritas penyaluran mengalir ke sektor produktif dengan porsi 67,18%, sementara sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan Rp35,91 triliun, mempertegas posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus pendukung Asta Cita Pemerintah.

6. Perkuat Akses Hunian Rakyat, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp9,5 Triliun

Komitmen BRI dalam mendukung sektor perumahan nasional tercermin dari penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Seiring tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat, Perseroan juga meningkatkan alokasi KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, sekaligus mempertegas posisi BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP terbesar di Indonesia.

7. DNA Kerakyatan Tetap Kuat, BRI Konsisten Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Desa

Komitmen Perseroan terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekosistem desa.

Hingga kini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta user LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha rakyat agar naik kelas secara berkelanjutan.

8. BRI Group Kian Solid, Entitas Anak Sumbang 25,1% Laba Konsolidasian
Di bawah supervisi Danantara, penguatan ekosistem BRI Group tercermin dari kontribusi perusahaan anak yang hingga akhir Triwulan I 2026 membukukan laba sebesar Rp3,89 triliun, atau setara 25,1% dari laba bersih konsolidasian BRI.

Capaian ini menegaskan semakin kuatnya peran perusahaan anak dalam menopang kinerja grup sekaligus memperkokoh struktur bisnis Perseroan agar lebih terdiversifikasi dan tangguh.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa bank-bank milik pemerintah terus mencatatkan kinerja positif seiring berjalannya agenda transformasi.

“Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” kata Dony.***

 

Penulis: Merry Okta

Continue Reading

Perbankan

Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO By Pass Kendari Teguhkan Komitmen Melayani Negeri

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office By Pass Kendari melaksanakan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, di Halaman Parkir BRI BO By Pass Kendari, Senin 1 Juni 2026.

‎Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pekerja BRI BO By Pass Kendari itu bentuk penghormatan terhadap lahirnya Pancasila sebagai dasar negara, sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen insan BRI mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

‎Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai perekat keberagaman bangsa Indonesia sekaligus fondasi dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan berkeadilan.

‎Pemimpin Cabang BRI BO By Pass Kendari, Irsan Junud yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan, bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, termasuk di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

‎“Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan seluruh elemen bangsa Indonesia yang beragam. Sebagai insan BRI, kami memiliki tanggung jawab untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjunjung tinggi integritas, serta memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Irsan Junud.

‎Lebih lanjut, Ia juga menambahkan, semangat Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bahwa perdamaian, persatuan, dan toleransi merupakan modal penting dalam menciptakan kemajuan bangsa yang berkelanjutan.

‎Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, BRI BO By Pass Kendari berharap seluruh pekerja dapat terus menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan, masyarakat, serta bangsa Indonesia.



Editor: Ikas

Continue Reading

PERTAMBANGAN

Momentum Idul Adha, PT SCM Salurkan Hewan Kurban 52 Ekor di Lingkar Tambang Sultra dan Sulteng

Published

on

By

Manajemen PT SCM serahkan hewan kurban. - foto:ist-

KONAWE,Bursabisnis.id — Perusahaan tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) bersama mitra dan kontraktornya menyalurkan 52 ekor hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Hewan kurban tersebut terdiri atas 50 ekor sapi dan dua ekor kambing yang didistribusikan ke sejumlah wilayah operasional perusahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Penyaluran hewan kurban mulai dilakukan sepekan sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Distribusi diawali di wilayah lingkar tambang PT SCM di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Konawe Utara masih wilayah Sultra, lalu ke Kabupaten Morowali, Provinsi Sulteng.

Selain disalurkan kepada masyarakat di wilayah lingkar tambang, hewan kurban juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Konawe, Polres Konawe, Polda Sulawesi Tenggara, dan Kodim 1417/Kendari.

Penyerahan dilakukan melalui pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, serta institusi terkait agar pendistribusian dapat menjangkau masyarakat penerima manfaat secara tepat.

Salah satu agenda penyaluran hewan kurban dilakukan oleh tim Community Affairs PT SCM kepada Pemerintah Kabupaten Konawe.

Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand di halaman Kantor Bupati Konawe di Kota Unaaha pada 25 Mei 2026.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT SCM, khususnya pada pilar sosial, budaya, dan agama.

Melalui kegiatan tersebut, PT SCM menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelaku industri pertambangan, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan sosial.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, menyampaikan apresiasi atas partisipasi PT SCM dalam mendukung perayaan Idul Adha 1447 H di Kabupaten Konawe.

Menurutnya, kontribusi PT SCM selama ini tidak hanya terlihat dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

“Penyaluran hewan kurban ke wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Konawe ini menjadi bagian dari pemberdayaan perusahaan yang harus selalu didukung bersama. Apalagi, hewan ternak yang disalurkan merupakan hasil pengembangan peternakan di wilayah Kabupaten Konawe, yang sekaligus memberi kontribusi ekonomi bagi para peternak di Kabupaten Konawe,” ujar Ferdinand.

Di Kecamatan Routa, sebanyak 19 ekor sapi diserahkan kepada perwakilan kepala desa, lurah, dan camat di wilayah lingkar tambang PT SCM. Camat Routa, Soefyan Meronda, menyambut baik penyaluran hewan kurban di wilayah lingkar tambang PT SCM.

“Kami berterima kasih atas penyaluran hewan kurban di wilayah Routa. Semoga melalui kegiatan ini, hubungan harmonis yang telah terbangun selama ini di wilayah lingkar tambang dapat terus terjaga,” kata Soefyan.

“Penyaluran kurban di wilayah lingkar tambang, khususnya Desa Lalomerui salah satu bukti bahwa PT SCM menjadi bagian tak terpisahkan dengan perkembangan masyarakat Routa. Harapannya, ini dapat menjadi contoh hubungan antara investor dan Masyarakat ke depannya,” jelas Taksir Unggahi, Kepala Desa Lalomerui, Kecamatan Routa.

Penyaluran hewan kurban di wilayah lingkar tambang PT SCM telah menjadi agenda rutin tahunan sejak perusahaan mulai beroperasi di “Wonua Routa”.

Pada Idul Adha 1447 Hijriah, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi sekitar 4.500 warga di berbagai desa dan wilayah administratif di lingkar tambang Routa.

Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, mengatakan bahwa momentum Idul Adha menjadi ruang penting bagi perusahaan untuk memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Momentum Idul Adha atau hari raya kurban ini kami maknai sebagai waktu untuk mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami berharap kehadiran PT SCM dapat dirasakan tidak hanya dalam aktivitas tambang, tetapi juga dalam momen kebersamaan serta nilai-nilai sosial dan keagamaan, sehingga dapat memelihara solidaritas sosial dan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan komunitas di sekitarnya,” ujar Didik.

Program penyaluran hewan kurban sebagai salah satu program tahunan PPM PT SCM di Routa merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan sosial PT SCM bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) yang dilakukan pada 2023.

Keterlibatan perusahaan dalam momentum keagamaan dinilai penting untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Melalui program ini, PT SCM berharap hubungan baik antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial di wilayah operasional perusahaan.

Laporan : Tam

Continue Reading

Trending