Connect with us

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Bersama Pemda di 3 Kabupaten dan 1 Kota Sosialisasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan

Published

on

OJK edukasi masyarakat Sulawesi Tenggara. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis.id – Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan ) merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Gencarka. melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat, untuk mendorong pemahaman dan penggunaan produk keuangan yang aman dan terpercaya.

Sejalan dengan hal tersebut, Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menggelar edukasi keuangan
dengan melibatkan perwakilan Industri Jasa Keuangan (IJK) perbankan dari
Bank Pembangunan Daerah, Bank Umum Syariah dan BPR yang ada di
wilayah Sulawesi Tenggara di Desa Torombia – Kabupaten Buton Utara,

Kemudian di Kelurahab LowuLowu – Kota Baubau, Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan dan Desa
Wasampela Kabupaten Buton.

Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang berada di wilayah 4 (empat) Kabupaten tersebut.

Dalam kesempatan ini Kepala Subbagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha
Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsemen dan Layanan Manajemen
Strategis (PEPK dan LMSt) OJK Sultra Desiyani Patra Rapang, menyampaikan
tujuan pelaksanaan edukasi keuangan kepada masyarakat di Kabupaten Buton
Utara, Kota Baubau, Kabupateb Buton Selatan dan Kabupate Buton adalah salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Agar dapat mendekatkan masyarakat dengan produk jasa keuangan dari IJK yang
diawasi oleh OJK, mampu mengelola keuangan dengan baik serta bijak
dalam memilih produk dan layanan jasa keuangan, jenis investasi yang
aman, diatur dan diawasi oleh otoritas yang berwenang serta mampu untuk
menghindari judi online dan pinjaman online ilegal.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan dari pemerintah daerah
Kota Baubau yaitu Baniu, S.Sos selaku Anggota DPRD Kota Baubau
dalam penutupannya menyampaikan “kegiatan edukasi keuangan yang
diselenggarakan oleh OJK Sulawesi Tenggara berkolaborasi dengan Industri
Jasa Keuangan di Kota Baubau sangat bermanfaat karena masyarakat bisa paham ciri-ciri investasi bodong, waspada judi online yang saat ini marak terjadi di masyarakat khususnya di Kota Baubau.

Baniu mengingatkan masyarakat Kota Baubau, agar menghindari praktik-praktik
keuangan yang ilegal.

‘ Harapan saya, setelah kegiatan ini masyarakat bisa paham dan dapat menyebarluaskan apa yang sudah didapatkan dari kegiatan ini kepada masyarakat lain maupun keluarga di rumah,” ujarnya.

Total peserta yang mengikuti kegiatan edukasi keuangan dari keempat
kabupaten dan ota dimaksud sebanyak 327 orang yang sebagian besar
merupakan petani, nelayan, pelaku UMKM, Ibu Rumah Tangga, ASN dan
pelajar.

Peserta sangat antusias dalam mendengarkan materi yang
disampaikan oleh OJK dan industri jasa keuangan yang terlihat dari
beberapa masyarakat mengajukan pertanyaan, antara lain bagaimana tugas
dan fungsi OJK serta perlindungan konsumen yang dilakukan oleh OJK.

Kemudian cara menabung pada produk tabungan SIMPEL, persyaratan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga bagaimana menabung dan mencicil emas di
Bank Umum Syariah.

Hal ini tentu menunjukkan antusias warga yang tidak hanya fokus pada produk keuangan konvensional namun juga pada produk keuangan Syariah.

Di kesempatan yang sama, Desiyani Patra Rapang juga menjelaskan terdapat
kolaborasi atau kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Daerah
dengan Industri Jasa Keuangan melalui Program Percepatan Akses
Keuangan Daerah (TPAKD).

Juga melalui Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PKMR) dengan skema pembiayaan murah dan cepat. Sehingga
harapannya masyarakat dapat mengurangi atau membebaskan diri dari
ketergantungan terhadap rentenir atau praktek keuangan illegal lainnya.

Di akhir kegiatan, Kepala Subbagian PEPK dan LMSt menyampaikan harapan agar masyarakat yang hadir bisa menjadi duta literasi keuangan serta materi yang didapatkan oleh peserta dapat disebarluaskan kepada keluarga, kerabat.

Tujuannya agar masyarakat lain dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta terhindar dari kerugian atas aktivitas keuangan illegal serta waspada judi online dan kejahatan social engineering.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Dorong Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan UMKM

Published

on

By

OJK Sultra literasi keuangan di kalangan UMKM. -foto:ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal secara optimal dan bertanggung jawab.

Edukasi keuangan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Jajanan Kuliner memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Konawe, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Bank Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan masyarakat umum yang menghadiri festival kuliner tersebut.

Dalam pelaksanaannya, perwakilan OJK Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan
materi edukasi keuangan yang mencakup pengenalan tugas dan fungsi OJK,
pemahaman mengenai industri jasa keuangan, pengelolaan keuangan usaha, serta peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk kejahatan berbasis social engineering.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, khususnya
terkait maraknya penawaran investasi ilegal, pemanfaatan layanan SLIK, serta peran OJK dalam meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara kembali
menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memastikan bahwa lembaga dan
produk jasa keuangan yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kanal layanan dan pengaduan resmi, antara lain
melalui Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta
Indonesia Anti-Scam Center (IASC).
Selain itu, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan, berani menolak tawaran investasi ilegal, serta senantiasa berhati-hati dalam menyikapi informasi atau penawaran yang berpotensi
merugikan.

OJK akan terus memperluas jangkauan program edukasi keuangan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing.

Melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan ini, OJK berharap masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara semakin memahami peran OJK dan produk jasa keuangan, serta konsisten menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dalam memilih produk dan layanan keuangan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM serta mendorong peningkatan tingkat inklusi keuangan, khususnya di wilayah Kabupaten Konawe.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Sultra Gelar Gerak Syariah 2026

Published

on

By

OJK Sultra gelar kegiatan Gerak Syariah 2026 di Kendari. -foto:ist-

KENDARI, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menyelenggarakan kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Mengusung tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mengoptimalkan momentum Ramadan dalam meningkatkan pemahaman dan akses
masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan syariah.

Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha,
menyampaikan bahwa GERAK Syariah bertujuan untuk meningkatkan awareness
masyarakat secara masif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku
kepentingan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah menjadi penting agar
masyarakat dapat memahami manfaat serta karakteristik produk dan layanan
keuangan syariah, sehingga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus KDEKS Sultra, Dr. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D menyampaikan bahwa melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan Syariah, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan Syariah tetapi juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, KDEKS Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Sulawesi Tenggara atas berbagai inisiatif dan program yang telah dilaksanakan dalam mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan Syariah di Wilayah Sulawesi Tenggara. Berbagai program edukasi keuangan Syariah yang dilakukan OJK telah memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan Syariah.

Pelaksanaan GERAK Syariah di Kota Kendari dipusatkan di Area Bakul Ramadan Pelataran Hotel Claro Kendari pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat umum, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, perempuan, serta kelompok masyarakat lainnyadengan total peserta kurang lebih 250 orang.

Salah satu kegiatan utama adalah Lomba Cerdas Cermat Keuangan Syariah yang
diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kendari, antara lain Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, IAIN Kendari, dan STIE 66 Kendari.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai konsep dasar serta praktik keuangan syariah.
Selain itu, diselenggarakan pula kegiatan KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) yang dikemas dalam format podcast edukatif melalui kolaborasi bersama Radio Republik Indonesia Kendari, Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Tenggara (KDEKS Sultra) serta PUJK Syariah yang ada di Kendari.

Kegiatan ini membahas berbagai isu terkait literasi keuangan syariah serta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Untuk memperkuat pemahaman masyarakat dari perspektif nilai keagamaan,
kegiatan ini juga menghadirkan Dakwah Keuangan Syariah yang disampaikan oleh
Ust. Jahada Sahabuddin, S.Ag., M.Pdi, yang mengajak masyarakat untuk
menerapkan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Otoritas Jasa Keuangan

Perkuat Pengembangan SDM dan Literasi Keuangan Indonesia Timur, OJK Resmikan Learning Center di Makassar

Published

on

By

Peresmian Learning Center OJK di Makassar. foto:ist-

MAKASSAR, Bursabisnis. Id – Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara meresmikan Learning Center OJK yang berlokasi di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) di Makassar.

Peresmian ini merupakan bagian dari upaya strategis OJK dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor jasa keuangan serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di Indonesia bagian Timur.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan SDM dan infrastruktur merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan dan daya saing sektor jasa keuangan nasional.

OJK telah menyusun berbagai kerangka strategis, antara lain Blueprint Pengembangan SDM Industri Jasa Keuangan, Blueprint Pengembangan SDM OJK, serta Roadmap Infrastruktur Kelogistikan, guna memastikan kesiapan regulator dan industri dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Perhatian yang lebih intensif terhadap pengembangan SDM di Kantor OJK Daerah menjadi kunci untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan industri, regulator, dan dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang,” ujar Mirza.

Learning Center OJK dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pelatihan internal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran terbuka yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan pemahaman terhadap regulasi dan isu-isu strategis di sektor jasa keuangan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran nasional, OJK telah menetapkan tiga Kantor OJK Daerah sebagai Hub Learning Center, yaitu Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar, Kantor OJK Provinsi Jawa Timur di Surabaya, serta Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan di Palembang.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mochammad Muchlasin menyampaikan bahwa Learning Center OJK di Makassar dirancang sebagai ruang pembelajaran yang mendukung berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, diskusi tematik, serta program pengembangan lainnya bagi SDM sektor jasa keuangan.

Di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terdapat 80 perbankan, 17 perusahaan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon (PMDK), 89 perusahaan dari sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP), serta 71 perusahaan sektor pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) yang seluruhnya membutuhkan penguatan kapasitas SDM agar selaras dengan regulasi dan isu-isu terkini industri jasa keuangan.

Peresmian Learning Center OJK ini menegaskan komitmen OJK untuk terus memperkuat peran dalam mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan edukasi kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

Trending