Connect with us

Maskapai

Perdana Rute Kuala Lumpur-Sydney, Malindo Air Terbangkan 141 Penumpang

Published

on

SYDNEY, bursabisnis.id – Malindo Air menerbangkan 141 penumpang, termasuk Chief Executive Officer (CEO) Malindo Air, Chandran Rama Muthy pada penerbangan perdananya bernomor Od-171, berangkat dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur atau disingkat KLIA (KUL) menuju Sydney (SYD), Rabu 14 Agustus 2019 pukul 22.30 waktu setempat (GMT+ 8).

Pada penerbangan perdana, Malindo Air rute Kuala Lumpur-Sydney ini transit satu jam di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS)

Malindo Air penerbangan OD-171 telah mendarat di Bandar Udara Internasional Sydney (SYD) untuk pertama kalinya secara mulus pada pukul 06.40 waktu setempat (GMT+ 10).

Para penumpang disambut hangat oleh manajemen Bandar Udara Internasional Sydney, dengan cinderamata dan penampilan khusus maskot Koala di pintu kedatangan.

Untuk penerbangan sebaliknya, Malindo Air menggunakan nomor penerbangan OD-172 dari Sydney menuju Kuala Lumpur melalui Denpasar. Pesawat lepas landas pukul 12.00 waktu setempat. Momen inaugural flight ini, ketika penumpang check-in, diberikan cupcake eksklusif khas Malindo Air, goody bag dan dihibur oleh orkestra Gamelan Indonesia, untuk menghadirkan suasana Bali – Indonesia di Bandar Udara Internasional Sydney.

CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengatakan, maskapai tersebut sangat senang bisa meresmikan dan memperkenalkan rute penerbangan lintas benua yang sangat popular, yaitu Sydney. Pihaknya optimis, layanan Malindo Air rute Kuala Lumpur ke Sydney akan menciptakan hubungan baik, memberikan alternatif bepergian bagi pebisnis dan wisatawan.

“Rute ini diproyeksikan akan terus tumbuh jumlah penumpang dengan mempromosikan pariwisata lokal yang menarik, favorit dan ramah,” katanya, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut dia, kedua rute mempunyai pangsa pasar kuat, salah satunya untuk perdagangan antara pelanggan Malaysia dan Sydney. Oleh karena itu, dinilai mampu mendorong pelaku bisnis untuk terbang dengan pilihan waktu keberangkatan terbaik, karena Malindo Air menyediakan alternatif baru yang strategis.

Sedangkan dalam pandangan prospek wisata, Malaysia dan Sydney masing-masing menyuguhkan beragam objek wisata unggulan, pertunjungan seni dan budaya menarik, wisata kuliner, petualangan mendebarkan serta sejarah.

“Sebagai contoh, di Sydney menonjolkan monumen Opera House, yang sebelumnya diakui sebagai salah satu keajaiban dunia,” ujar Chandra.

Sydney menjadi kota kelima di Australia di bawah jaringan Malindo Air, setelah Perth, Brisbane, Melbourne, dan Adelaide. Penerbangan harian antara Sydney dan Kuala Lumpur, melalui Denpasar, dioperasikan pesawat Boeing 737-800 / 900, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 150/ 168 kelas ekonomi.

Chandran menambahkan, untuk layanan perjalanan udara, Malindo Air menawarkan kenyamanan terbang dengan Boeing 737-800 atau Boeing 737-900ER. Penumpang akan selalu menikmati ruang kaki nyaman, layanan kelas ekonomi dan kelas bisnis.

“Kami berharap dapat mengeksplorasi lebih banyak frekuensi ke dan dari Sydney dalam waktu dekat,” ucapnya.

CEO Bandar Udara Internasional Sydney, Geoff Culbert mengatakan, layanan baru ini menjadi berita baik untuk pelanggan, memberikan pilihan dan fleksibilitas yang lebih besar, serta membantu menarik peluang pertumbuhan di sektor perdagangan.

“Kami senang menyambut Malindo Air di Bandara Sydney, semakin memperkuat jaringan Asia kami dan menyediakan lebih banyak pilihan kepada pelanggan,” jelas Geoff.

Layanan baru ini merupakan kesempatan baru setiap wisatawan maupun pebisnis dengan didukung dorongan pariwisata, memperluas bisnis serta investasi antara Australia, Indonesia dan Malaysia.

“Potensi yang lain dengan nilai cukup besar yaitu perkembangan utama seperti pertanian dan pendidikan,” tambahnya.

Staff Khusus Menteri Pariwisata Indonesia, Judi Rifajantoro memberikan apresiasi kepada Malindo Air, karena telah membuka rute internasional Kuala Lumpur – Sydney. Aksesibilitas sangat penting guna mendukung kedatangan wisatawan asing, pihaknya berterima kasih kepada Malindo Air atas inisiatif mengoperasikan jaringan ini.

“Kepada Sydneysiders yang tergabung dengan penerbangan perdana, saya berharap mereka mendapatkan pengalaman menyenangkan dan bisa melanjutkan dengan menikmati keindahan Bali di Indonesia,” harapnya.

 

Laporan: Azka Fausan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Maskapai

Lagi, Lion Air Group Berhenti  Beroperasi Mulai 5 Juni

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Maskapai penerbangan Lion Air Group akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional, mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. Ini disampaikan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Keputusan Lion Air Group dengan pertimbangan atas evaluasi setiap pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, bahwa banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan udara disebabkan kurang memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen sebagaimana persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan selama masa kewaspadaan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899 atau melalui e-mail refund.voucher@lionair.co.id .

Lion Air Group harus menjaga serta memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan berada dalam keadaan baik, setelah pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya.

Lion Air Group senantiasa memantau perkembangan situasi, mengumpulkan data dan informasi serta mengimplementasikan berbagai langkah antisipasi yang dibutuhkan guna mempersiapkan kembali layanan penerbangan mendatang, agar operasional penerbangan Lion Air Group tetap berjalan berdasarkan ketentuan berlaku yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first), tetap melakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan serta tidak menyebabkan penyebaran Covid-19.

Lion Air Group sangat mendukung pemerintah terkait dengan usaha pencegahan penyebaran Covid-19, melalui peran serta aktif melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap lingkungan dan aktivitas perusahaan serta mensosialisasikan di lingkungan sekitar perusahaan.

 Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Maskapai

Lima Hari Lion Air Group Hentikan Sementara Penerbangan

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Maskapai penerbangan Lion Air Group, saat ini menghentikan sementara operasional penerbangan. Itu dilakukan Lion Air Group untuk mendukung pemerintah, terkait dengan usaha pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), melalui peran serta aktif melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap lingkungan dan aktivitas perusahaan serta mensosialisasikan di lingkungan sekitar perusahaan.

” Berdasarkan evaluasi atas pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali
dengan segala biaya yang telah dikeluarkan, hanya karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas
ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat
udara,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro melalui press release yang dikirim ke redaksi bursabisnis.id.

Dengan demikian Lion Air Group berkesimpulan, para calon penumpang masih membutuhkan
sosialisasi yang lebih intensif, agar lebih mengetahui dan memahami secara jelas terkait dengan
ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk rencana bepergian menggunakan pesawat udara.

“Calon penumpang belum sepenuhnya mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen
perjalanan dipenuhi dan dimana calon penumpang mendapatkannya,” terangnya.

Lion Air Group juga harus menjaga serta memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan
berada dalam keadaan baik, pasca operasional sebelumnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, masih dibutuhkan waktu agar para calon penumpang lebih mengetahui dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara.

“Atas kondisi inilah sehingga Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang. Kemudian menghentikan sementara operasional penerbangan selama lima hari, yaitu mulai tanggal 27 Mei sampai dengan 31 Mei 2020,” ujarnya.

Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued
ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal
keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan
Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call
center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899.

Laporan : Rustam Dj

Continue Reading

Maskapai

Terbang Bersama Lion Air Group, Tetap Perhatikan Standar Pencegahan Covid 19

Published

on

By

JAKARTA, bursabisnis.id – Sejak Lion Air Group kembali beroperasi melayani penerbangan rute domestik sejak Minggu, 10 Mei 2020, semua standar operasional penerbangan dalam mendukung pencegahan penyebaran covid-19, menjadi perhatian utama.

Secara rinci Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, menjelaskan Lion Air Group menerapkan semua standar operasional penerbangan hal-hal yang mendukung pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19 selama pandemi Covid-19. Standar operasional yang dimaksud, meliputi semua awak pesawat yang aktif terbang sudah dilakukan tes menggunakan rapid test dengan hasil negatif, pemeriksaan kesehatan awak pesawat tetap dijalankan sebelum penerbangan (pre-flight health check), guna menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight).

Kemudian menyediakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer) bagi tamu atau penumpang ketika mulai proses pelaporan (check-in), semua pesawat sebelum terbang dilaksanakan penyemperotan desinfektan, dalam upaya memastikan sterilisasi dan kebersihan pesawat, awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan layanan lainnya, Lion Air Group harus mengikuti protokol kesehatan, yakni pengecekan suhu badan, menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer), penggunaan sarung tangan dan wajib menggunakan masker. Lalu mengoptimalkan pengaturan jarak aman antartamu atau penumpang (physical distancing) dalam kabin pesawat pada penerbangan.

“Yang jelas, tujuan pelaksanaan penerbangan Lion Air Group tetap berjalan berdasarkan ketentuan berlaku yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first), tetap melakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan serta tidak menyebabkan penyebaran Covid-19. Lion Air Group dalam menghadapi situasi seperti saat ini, sudah mempersiapkan berbagai langkah preventif secara terstruktur, komprehensif dan berupaya maksimal dalam rangka memberikan pelayanan,” tegas Danang Mandala.

Lion Air Group menekankan, bahwa layanan Lion Air Group berdasar pada aturan yang telah diterbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik, Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

 

Sebagai informasi, untuk pembelian tiket (issued ticket) dapat dilakukan di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899, www.lionair.co.id ; www.batikair.com serta aplikasi perangkat smartphone (mobile apps) Lion Air dan Batik Air. Untuk pembelian tiket Wings Air juga bisa melalui website dan aplikasi tersebut.

Laporan : Ikas

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.