Connect with us

Ekonomi Makro

2017, PLN Temukan 2500 Pelanggan Yang Melanggar

Published

on

BursaBisnis.id, KENDARI – PT. PLN area Kendari menemukan masih adanya pelanggan yang melakukan pelanggaran terhadap pemakaian listrik. Berdasarkan data per Januari hingga Agustus 2017 lalu, ditemukan sebanyak 2500 pelanggan yang melanggar.

Supervisor Pengendalian Susut PLN area Kota Kendari, Muhamad Arsyad menyebutkan, jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggan yakni tidak membayar iuran setiap bulan.

“Jumlah pelanggan yang melanggar setiap bulannya sekira 200 pengguna,” ujar Arsyad.

Olehnya itu, pihaknya melakukan penertiban setiap bulan terhadap pelanggan tersebut.

dan setiap pelanggan yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi, yang terdiri atas dua jenis sanksi, yakni perdata dan pidana.

Untuk pidana, kata dia, ditempuh jika pelanggan melakukan perlawan atau tidak terima dengan saknsi yang diberikan. Sedangkan perdata ditempuh dengan melakukan pemutusan listrik dan meterannya diambil.

“Kalau dendanya itu bervariasi, tergantung dari daya pelanggan. Kalau yang menggunakan 45p VA maka akan dikenakan denda Rp 1,5 juta,” katanya.

Dijelaskannya, pada dasarnya PLN memiliki dua tipe kwh (Analog) yakni pasca bayar dan prabayar. Untuk prabayar, pelanggan membayar atau isi token baru dipakai, namun untuk pasca bayar dipakai dulu baru bayar.

Bagi pelanggan pasca bayar, jika tidak membayar sampai tanggal 21 disetiap bulannya maka akan dikenakan denda, memasuki bulan kedua pihak PLN akan melakukan pemberitahuan yang terakhir kepada pelanggan. Selanjutnya, memasuki bulan ketiga maka meterannya akan dicabut atau diambil.

“Kalau yang meteran prabayar tidak ada masalah, kalau beli pulsa maka akan menyala begitupula sebaliknya,” tutupnya. (IC)

PERTANIAN

OJK Sultra Bersinergi Dengan Pemkab Konsel Edukasi Keuangan Petani Kakao

Published

on

By

OJK Sultra edukasi petani kakao Kabupaten Konawe Selatan. -foto:ist-

KONSEL, Bursabisnis. Id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi
Tenggara (Sultra) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan ( Konsel) dalam kegiatan edukasi keuangan dan survei akses keuangan bagi petani kakao.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 9–10 April 2026 bertempat di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konsel.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Konsel, serta 86 petani kakao yang berperan sebagai peserta sekaligus responden survei.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan OJK dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada sektor pertanian kakao yang menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Konsel.

Melalui kegiatan edukasi, para petani diberikan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan formal, pengelolaan keuangan usaha tani, serta
berbagai alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung
pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Manajer Madya
Pelindungan Konsumen, Edukasi, dan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa
Keuangan (PEPK dan LMSt), Desiyani Patra Rapang, menyampaikan bahwa
Kabupaten Konawe Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra
pengembangan kakao di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ia menegaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan langkah
penting, dalam mendorong petani agar lebih memahami serta memanfaatkan
layanan keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab.

Sinergi antara OJK dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan.

Selain kegiatan edukasi, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara juga melaksanakan survei akses keuangan kepada para petani kakao. Survei ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai tingkat literasi dan inklusi keuangan petani, profil kebutuhan pembiayaan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam
mengakses layanan keuangan formal.

Hasil survei tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan program penguatan akses pembiayaan yang lebih tepat sasaran, adaptif, serta sesuai dengan karakteristik kebutuhan petani di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan
Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, Samsul, menyampaikan apresiasi atas
pelaksanaan kegiatan ini.

Ia menekankan bahwa sektor kakao memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara
pemerintah daerah, OJK, dan lembaga jasa keuangan agar petani dapat memperoleh akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing komoditas kakao di tingkat daerah maupun nasional.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menyatakan komitmen untuk terus
mendukung berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kapasitas petani serta penguatan ekosistem sektor pertanian, termasuk melalui perluasan akses terhadap layanan keuangan formal. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif, inklusif, dan
berkelanjutan.

Melalui sinergi yang erat antara OJK, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku
kepentingan terkait, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Konawe Selatan dapat terus meningkat. Hal ini akan mendorong petani kakao untuk memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, memperkuat ketahanan usaha, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Laporan : Kas
Editor : Tam

Continue Reading

PERTAMBANGAN

Barang Bukti Belum Lengkap, Kejari Konawe Tunda Tahap Dua Perkara Dugaan Pidana Pertambangan

Published

on

By

Kepala Seksi Intelijen Kejari Konawe, M. Anhar L. Bharadaksa, SH, MH

KONAWE, Bursabisnis. Id – Proses penanganan perkara dugaan tindak pidana pertambangan di Kabupaten Konawe Utara yang ditangani penyidik Bareskrim Polri masih belum dapat berlanjut ke tahap pelimpahan kedua (tahap II). Hal ini ditegaskan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe yang menyatakan bahwa kelengkapan barang bukti hingga kini belum terpenuhi.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Konawe, M. Anhar L. Bharadaksa, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menerima pelimpahan tahap dua sebelum seluruh barang bukti dan tersangka diserahkan secara lengkap oleh penyidik.

“Selama barang bukti belum lengkap, kami belum bisa melakukan tahap dua,” tegas Bhara saat dikonfirmasipafa Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, dalam mekanisme penanganan perkara pidana, kelengkapan barang bukti merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum jaksa menerima pelimpahan dari penyidik.

Karena itu, Kejari Konawe tetap berpegang pada prosedur hukum yang berlaku.

“Kami menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti secara utuh. Jika belum lengkap, tentu kami tidak akan menerima tahap dua,” ujarnya.

Bhara juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum secara resmi menerima tersangka maupun barang bukti. Meski demikian, terdapat sejumlah barang bukti yang telah dititipkan sementara oleh penyidik Bareskrim Polri di Kantor Kejari Konawe.

Barang bukti yang dititipkan tersebut antara lain empat unit dump truck (DT), dua unit excavator PC 200, serta satu unit excavator PC 300.

“Barang bukti itu masih bersifat titipan, belum kami terima secara resmi sebagai bagian dari tahap dua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bhara menyebut masih ada barang bukti penting yang belum diserahkan oleh penyidik, yakni dua unit kapal tongkang yang diduga digunakan untuk mengangkut ore nikel.

Dua tongkang tersebut masing-masing beridentitas TB. Bukit Emas 1601 / BG. Bukit Emas 300 serta TB. Anugerah Bersama 2352 / BG. HMH 300 2.

“Sampai hari ini dua unit tongkang itu belum bisa ditunjukkan atau diserahkan oleh penyidik,” bebernya.

Dengan belum terpenuhinya kelengkapan barang bukti tersebut, proses pelimpahan perkara ke tahap berikutnya pun masih tertunda. Kejari Konawe menegaskan akan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penegakan hukum.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kelanjutan perkara sangat bergantung pada keseriusan penyidik dalam melengkapi seluruh unsur pembuktian yang dibutuhkan.

Laporan: Kas
Editor : Tam

Continue Reading

PERTAMBANGAN

Manajemen PT SCM Safari Ramadan di Lingkar Tambang Routa, Resmikan Masjid dan Bagikan Ratusan Bingkisan

Published

on

By

Manajemen PT SCM safari ramadhan di sekitar lingkar tambang di Konawe. -foto: ist-

KONAWE, Bursabisnis. Id – Suasana Ramadan di wilayah lingkar tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terasa lebih hangat tahun ini.

Melalui program Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, perwakilan PT SCM menyambangi sejumlah desa dan kelurahan di wilayah lingkar tambang PT SCM di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Acara silaturahmi ini juga dirangkaikan dengan penyaluran ratusan bingkisan untuk warga yang membutuhkan.

Safari Ramadan PT SCM digelar di desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Routa Kabupaten Konawe dan Desa Pondoa yang berada di Kabupaten Konawe Utara.

Safari Ramadan PT SCM tahun ini diawali dari Desa Lalomerui, desa yang paling dekat dengan area operasional perusahaan.

Antusiasme warga tampak sejak sore hari, saat mereka berkumpul menyambut kehadiran rombongan Safari Ramadan.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah agama, buka puasa bersama, kuis Anak Saleh, hingga makan malam bersama warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.

Perwakilan manajemen PT SCM, mitra kontraktor, hingga Kepala Teknik Tambang (KTT) turut hadir langsung di setiap lokasi.

Momen tersebut terasa istimewa dengan peresmian Masjid Al-Qautsar, satu-satunya sarana ibadah di Desa Lalomerui yang baru saja selesai direnovasi secara total berkat dukungan PT SCM. Masjid itu kini menjadi pusat kegiatan ibadah warga, khususnya selama Ramadan.

Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Dengan selesainya renovasi masjid ini, kami berharap warga dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.

Tak hanya sarat nuansa religius, Safari Ramadan PT SCM juga menghadirkan keceriaan.

Salah satunya melalui kuis edukatif Anak Saleh yang melibatkan anak-anak desa. Pertanyaan ringan seputar agama Islam dijawab polos oleh peserta cilik, memancing tawa sekaligus kehangatan di tengah acara.

Sesi kuis juga diberikan kepada kaum ibu sebagai bentuk apresiasi atas peran dan partisipasi mereka dalam kegiatan Safari Ramadan.

Setelah Desa Lalomerui, Safari Ramadan juga menyambangi Desa Walandawe, Kecamatan Routa.

Kepala Desa Walandawe, Guslan, menilai Safari Ramadan menjadi ruang penting untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat.

“Dengan kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan bisa tetap menjaga silaturahmi antara masyarakat dan perusahaan,” katanya.

Selain Safari Ramadan, PT SCM bersama mitra kontraktor juga menyalurkan Bingkisan Ramadan kepada warga prasejahtera di wilayah lingkar tambang.

Total hampir 400 paket bingkisan berisi sembako dibagikan kepada warga di wilayah lingkar tambang. paket diserahkan secara simbolis kepada pemerintah desa untuk kemudian didistribusikan langsung kepada warga yang berhak.

Tokoh adat masyarakat Routa, Sarmada, mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan untuk merekatkan silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.

“Di bulan Ramadan ini seharusnya tidak memutus silaturahmi, karena tidak akan diterima amal ibadahnya,” ujarnya.

Bagi PT SCM, Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang berbagi, mempererat kebersamaan, dan menanam kebaikan yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat dan perusahaan.

Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, menegaskan bahwa Safari Ramadan dan pembagian bingkisan merupakan wujud komitmen sosial perusahaan di wilayah lingkar tambang.

“Melalui Safari Ramadan dan penyaluran bingkisan ini, PT SCM berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi. Kehadiran langsung dan interaksi positif ini menjadi fondasi dalam membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar agenda keagamaan, Safari Ramadan PT SCM mencerminkan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui pendekatan langsung, dialog, serta aksi berbagi yang nyata, perusahaan berupaya hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra sosial yang tumbuh bersama masyarakat.

Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan, menciptakan keharmonisan, dan mendukung pembangunan sosial yang inklusif di wilayah lingkar tambang.

Laporan : Tam

Continue Reading

Trending