Connect with us

Investasi

Dukung Pemasaran Produk UMKM, Dinas PM PTSP Gelar Temu Bisnis

Published

on

KENDARI – Pemerintah kota (Pemkot) Kendari berkomitmen memberikan kemudahan bagi para pengusaha, dalam mengembangkan usaha mereka.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) Kota Kendari, Pemkot menggelar temu bisnis dengan para pelaku usaha, Rabu 21 November 2018.

Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kota Kendari Indra Muhammad mengungkapkan, Pemkot Kendari terus berupaya memperpendek birokrasi pelayanan perizinan pada para pelaku usaha, termasuk memberikan kemudahan investasi dan keamanan berinvestasi bagi investor dan calon investor.

“Hadirnya Dinas PMPTSP adalah suatu wujud komitmen Pemerintah Kota Kendari, dalam mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperpendek birokrasi pelayanan, guna mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, akuntabel, pasti dan terjangkau,” ujar Indra Muhammad, saat membacakan sambutan Walikota Kendari.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas PM PTSP Kota Kendari, Sri Yusnita menjelaskan, temu bisnis dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha, utamanya persyaratan produk olahan makanan layak pasar dan mendorong kerjasama antar pelaku usaha dan produsen, serta prosedur pelayanan perizinan.

“Kami mendorong agar ada kerjasama dengan kelompok usaha seperti swalayan, hotel dan para pelaku usaha UMKM, Kami juga terus berupaya melakukan pendampingan agar UMKM bisa eksis dan tidak kalah dengan pengusaha dari luar,” jelas Sri Yusnita.

PM PTSP, kata dia, terus berkomitmen mempermudah pelayanan perizinan dengan memberantas calo perizinan. Apalagi, tahun 2019 mendatang pelayanan perizinan sudah dilakukan secara daring atau online. (Ikas)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANCE

OJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L

Published

on

By

KENDARI, bursabisnis.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) imbau para entrepreneur muda agar memanfaatkan kemudahan seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, dalam memperoleh tambahan modal.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Maulana Yusuf mengatakan, perkembangan teknologi di era 4.0 saat ini kian memberikan kemudahan dalam melakukan segala hal, termaksud pemasaran produk dan akses pinjaman untuk tambahan modal usaha.

Salah satu kemudahan yang diberikan, lanjut Maulana, pinjaman online (Pinjol) yang saat ini kian menjamur dengan berbagai strategi penawaran.

 

OJK Sultra dan UHO Kendari berkolaborasi mendorong minat para pemuda menjadi entrepreneur, melalui Seminar Kewirausahaan Universitas se-Indonesia Timur. Foto: Dok. OJK Sultra for bursabisnis.id.

Hanya saja, Maulana mengingatkan kepada para pengusaha muda agar tetap berhati-hati dalam memilih Pinjol. Pasalnya, saat ini marak beredar Pinjol ilegal.

“Namun, kami himbau untuk senantiasa waspada terhadap maraknya Pinjol yang illegal,” ujarnya, saat menghadiri seminar kewirausahaan univetsitas se-Indonesia Timur, Senin (21/10/2019) di Aula Universitas Halu Oleo (UHO).

Lebih lanjut, Maulana menambahkan, para pelaku UMKM harus mengecek kelegalan dan kelogisan (2L) sebelum melakukan pinjaman online, atau langsung bertanya ke kontak OJK dengan nomor 157, untuk memastikan Pinjol itu legal atau tidak.

Dia juga menyebutkan, bahwa sampai dengan per 30 September 2019, sudah terdapat 127 perusahan fintech yang berizin dan terdaftar di OJK. Sedangkan Pinjol ilegal yang berhasil ditangani dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini sebanyak 1.477 entitas.

“Satgas Waspada Investasi telah menangani entitas fintech peer to peer lending ilegal sejak tahun 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 1.477 entitas,” ujarnya.

 

Liputan: Ikas

Continue Reading

FINANCE

Pinjaman Online Menjamur, Banyak Tidak Terdaftar Resmi

Published

on

By

KENDARI, Bursabisnis.id – Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, industri Fintech ikut menggeliat dengan mencatatkan kenaikan jumlah rekening peminjam yang sudah menyentuh 9.743.679 rekening per Juni 2019.

Sayangnya, geliat industri Fintech tersebut diwarnai dengan menjamurnya pinjaman online (Pinjol) yang tak terdaftar secara resmi ke pemerintah alias ilegal. Alhasil, dengan strategi penawaran yang menggiurkan, banyak masyarakat Idonesia yang menjadi korban Pinjol ilegal.

Khusus di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerima 6 laporan dari masyarakat yang menjadi korban Pinjol illegal. Lima orang diantaranya menggunakan atau ditawarkan untuk menggunakan aplikasi Pinjol ilegal, dan 1 orang hanya meminta informasi mengenai Fintech tersebut.

Status penanganan laporan tersebut selesai di tempat. Artinya, masyarakat paham dan mengerti batasan tindak lanjut OJK. Bahkan OJK mengarahkan jika ada tindakan pidana yang dilakukan dapat dilaporkan langsung ke kepolisian dan akan menjadi bahan untuk rapat Satgas Waspada Investasi ke depan.

Berdasarkan data OJK Sultra, jumlah terbanyak Pinjol yang pernah digunakan masyarakat yang melapor sebanyak 30 aplikasi Pinjol. Dan mayoritas aplikasi yang digunakan merupakan ilegal.

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Sultra, Ridhony Hutasoit menyebutkan, dari 30 Pinjol yang digunakan masyarakat Sultra, hanya empat hingga lima saja yang legal, sedangkan belasan lainnya tak memiliki legalitas alias ilegal.

Olehnya itu, OJK mengimbau masyarakat Sultra agar terus meningkatkan kewaspadaan atau kehati-hatian diri terkait tawaran-tawaran Pinjol, dengan cara proaktif untuk melakukan pengecekan dan menghindari diri dari sikap greedy atau tamak.

“OJK Sultra mendorong masyarakat untuk menggunakan uang dengan cerdas dan bijak, yaitu sesuai kebutuhan, produktif, menggunakan produk atau layanan yang legal dan berpola pikir jangka panjang,” ujat Ridhony, Kamis 10 Oktober 2019.

Dia juga menambahkan, berdasarkan sampling observasi perilaku masyarakat yang datang ke OJK Sultra, alasan yang paling dominan sehinggabwarga datang kepada OJK Sultra, karena mengalami tindakan yang tidak menyenangkan dari pihak Pinjol, akibat tidak mampu lagi membayar.

Melalui OJK, kata pria berkaca mata itu, masyarakat yang datang mengadu berharap agar Pinjol tersebut dapat memberikan tambahan waktu atau keringanan pembayaran.

“Perlu kami informasikan kepada masyarakat, kewenangan pengawasan OJK terhadap sektor jasa keuangan, adalah Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang mendapatkan izin OJK, jikalau tidak mendapatkan izin OJK (ilegal) maka itu sudah di luar penanganan OJK. Namun, kami tetap menerima pengaduan masyarakat (investasi/pinjol illegal-red) yang kemudian kami akan informasikan kepada Satgas Waspada Inventasi. Atau masyarakat dapat melaporkan langsung kepada aparat penegak hukum jikalau ada tindakan pidana yang dilakukan Pinjol illegal tersebut,” paparnya.

Secara sederhana, lanjut Ridhony, masyarakat dapat menyaring aplikasi Pinjol terlebih dahulu dengan memperhatikan dari sisi legal dan logis (2L). Artinya, kalau ilegal pasti tidak memiliki izin dan tawaran imbal hasil atau keuntungannya tidak wajar (tidak logis).

Selanjutnya, ntuk pengecekan izin/legalitas produk/layanan jasa keuangan, masyarakat dapat menghubungi 157 atau mengecek izin/legalitas aplikasi Pinjol di www.ojk.go.id atau men-download aplikasi sikapi uangmu di play store atau apple store.

“Aplikasi sikapi uangmu ini juga berisikan materi-materi terkait pengelolaan keuangan, produk atau layanan jasa keuangan, hingga bagaimana berinvestasi dengan baik,” jelas Ridhony.

 

Laporan: Ikas

Continue Reading

Maskapai

Perdana Rute Kuala Lumpur-Sydney, Malindo Air Terbangkan 141 Penumpang

Published

on

By

SYDNEY, bursabisnis.id – Malindo Air menerbangkan 141 penumpang, termasuk Chief Executive Officer (CEO) Malindo Air, Chandran Rama Muthy pada penerbangan perdananya bernomor Od-171, berangkat dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur atau disingkat KLIA (KUL) menuju Sydney (SYD), Rabu 14 Agustus 2019 pukul 22.30 waktu setempat (GMT+ 8).

Pada penerbangan perdana, Malindo Air rute Kuala Lumpur-Sydney ini transit satu jam di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS)

Malindo Air penerbangan OD-171 telah mendarat di Bandar Udara Internasional Sydney (SYD) untuk pertama kalinya secara mulus pada pukul 06.40 waktu setempat (GMT+ 10).

Para penumpang disambut hangat oleh manajemen Bandar Udara Internasional Sydney, dengan cinderamata dan penampilan khusus maskot Koala di pintu kedatangan.

Untuk penerbangan sebaliknya, Malindo Air menggunakan nomor penerbangan OD-172 dari Sydney menuju Kuala Lumpur melalui Denpasar. Pesawat lepas landas pukul 12.00 waktu setempat. Momen inaugural flight ini, ketika penumpang check-in, diberikan cupcake eksklusif khas Malindo Air, goody bag dan dihibur oleh orkestra Gamelan Indonesia, untuk menghadirkan suasana Bali – Indonesia di Bandar Udara Internasional Sydney.

CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengatakan, maskapai tersebut sangat senang bisa meresmikan dan memperkenalkan rute penerbangan lintas benua yang sangat popular, yaitu Sydney. Pihaknya optimis, layanan Malindo Air rute Kuala Lumpur ke Sydney akan menciptakan hubungan baik, memberikan alternatif bepergian bagi pebisnis dan wisatawan.

“Rute ini diproyeksikan akan terus tumbuh jumlah penumpang dengan mempromosikan pariwisata lokal yang menarik, favorit dan ramah,” katanya, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut dia, kedua rute mempunyai pangsa pasar kuat, salah satunya untuk perdagangan antara pelanggan Malaysia dan Sydney. Oleh karena itu, dinilai mampu mendorong pelaku bisnis untuk terbang dengan pilihan waktu keberangkatan terbaik, karena Malindo Air menyediakan alternatif baru yang strategis.

Sedangkan dalam pandangan prospek wisata, Malaysia dan Sydney masing-masing menyuguhkan beragam objek wisata unggulan, pertunjungan seni dan budaya menarik, wisata kuliner, petualangan mendebarkan serta sejarah.

“Sebagai contoh, di Sydney menonjolkan monumen Opera House, yang sebelumnya diakui sebagai salah satu keajaiban dunia,” ujar Chandra.

Sydney menjadi kota kelima di Australia di bawah jaringan Malindo Air, setelah Perth, Brisbane, Melbourne, dan Adelaide. Penerbangan harian antara Sydney dan Kuala Lumpur, melalui Denpasar, dioperasikan pesawat Boeing 737-800 / 900, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 150/ 168 kelas ekonomi.

Chandran menambahkan, untuk layanan perjalanan udara, Malindo Air menawarkan kenyamanan terbang dengan Boeing 737-800 atau Boeing 737-900ER. Penumpang akan selalu menikmati ruang kaki nyaman, layanan kelas ekonomi dan kelas bisnis.

“Kami berharap dapat mengeksplorasi lebih banyak frekuensi ke dan dari Sydney dalam waktu dekat,” ucapnya.

CEO Bandar Udara Internasional Sydney, Geoff Culbert mengatakan, layanan baru ini menjadi berita baik untuk pelanggan, memberikan pilihan dan fleksibilitas yang lebih besar, serta membantu menarik peluang pertumbuhan di sektor perdagangan.

“Kami senang menyambut Malindo Air di Bandara Sydney, semakin memperkuat jaringan Asia kami dan menyediakan lebih banyak pilihan kepada pelanggan,” jelas Geoff.

Layanan baru ini merupakan kesempatan baru setiap wisatawan maupun pebisnis dengan didukung dorongan pariwisata, memperluas bisnis serta investasi antara Australia, Indonesia dan Malaysia.

“Potensi yang lain dengan nilai cukup besar yaitu perkembangan utama seperti pertanian dan pendidikan,” tambahnya.

Staff Khusus Menteri Pariwisata Indonesia, Judi Rifajantoro memberikan apresiasi kepada Malindo Air, karena telah membuka rute internasional Kuala Lumpur – Sydney. Aksesibilitas sangat penting guna mendukung kedatangan wisatawan asing, pihaknya berterima kasih kepada Malindo Air atas inisiatif mengoperasikan jaringan ini.

“Kepada Sydneysiders yang tergabung dengan penerbangan perdana, saya berharap mereka mendapatkan pengalaman menyenangkan dan bisa melanjutkan dengan menikmati keindahan Bali di Indonesia,” harapnya.

 

Laporan: Azka Fausan

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 PT. Tenggara Media Perkasa - Bursabisnis.ID Developer by Green Tech Studio.