Ekonomi Makro
Menkeu Harapkan Masukan Teknis dari Dialog Perekonomian Indonesia dengan World Bank
JAKARTA, Bursabisnis.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengharapkan adanya masukan teknis dari “Economic Dialogue, Resilience Amidst Increasing Global Uncertanties” atau “Dialog Ekonomi, Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global” pada Kamis, (01/08) di Aula Djuanda Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta.
“Banyak rekomendasi kebijakan yang sudah familiar, tetapi kami mengharapkan rekomendasi (hasil diskusi) harus lebih teknis dan rinci sehingga kita bisa lebih mampu mengidentifikasi apa yang harus dilakukan secara lebih atau tindakan apa yang harus dilakukan secara berbeda (agar masalah fundamental yang dihadapi Indonesia dapat diatasi),” harap Menkeu.
Menkeu menggarisbawahi bahwa identifikasi masalah hanyalah satu sisi. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mereviu efektifitas kerangka kebijakan yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia sehingga diharapkan kebijakan yang diterapkan benar-benar efektif mengatasi masalah yang ada.
Acara tersebut dilanjutkan dengan peluncuran majalah Tinjauan Ekonomi Keuangan dan Fiskal (TEKF) Edisi II Tahun 2019 dalam Edisi Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris. Diharapkan majalah yang disusun oleh Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu dapat menjadi rujukan utama bagi para stakeholders.
Sebelumnya, Menkeu memberi sedikit background seputar perekonomian Indonesia yang masih tumbuh stabil di tengah kondisi perekonomian global yang cenderung melemah terutama sejak tahun 2018. Indonesia dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonominya. Padahal lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 antara 0,1% sampai dengan 0,3%.
Namun demikian, Menkeu menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tetap harus fokus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus melakukan pembenahan masalah-masalah bersifat fundamental. Diperlukan rekomendasi kebijakan yang lebih nyata dan rinci sehingga dapat efektif mengatasi masalah-masalah tersebut.
Lebih lanjut, Menkeu menguraikan pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan mendasar untuk meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pembangunan infrastruktur untuk memperlancar konektifitas barang dan jasa; pembangunan sumber daya manusia (SDM) baik melalui pendidikan formal berkelanjutan maupun keterampilan melalui vokasi; dan penyediaan sarana kesehatan.
Pemerintah Indonesia juga mengedepankan kebijakan untuk menarik investor multinasional agar menanamkan modalnya (Foreign Direct Investment/FDI) di perusahaan Indonesia yang berbasis teknologi dan inovasi dalam jangka panjang.
sumber: kemenkeu.go.id
PERTAMBANGAN
Manajemen PT Masempo Dalle Klarifikasi Tudingan KRAMAT
KENDARI, Bursabisnis. Id – Publik Relation PT Masempo Dalle, Wawan memberikan klarifikasi terkait pernyataan sikap yang dikeluarkan pihak Konsorsium Rakyat Anti Mafia Tambang (KRAMAT).
Manajemen PT Masempo Dalle, memberikan klarifikasi demi meluruskan informasi yang menyesatkan di ruang publik.
Klarifikasi itu meliputi ;
1. Kepatuhan Terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB)
PT Masempo Dalle menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan, termasuk penjualan ore nikel, dilakukan berdasarkan RKAB yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM.
Manajemen perusahaan membantah keras tudingan adanya “penjualan tanpa RKAB” atau “penyelundupan”.
2. Status Lahan dan Sinergi dengan Satgas PKH*
Terkait isu kawasan hutan seluas 141,91 Ha, PT Masempo Dalle menyatakan dengan tegas bahwa perusahaan sangat menghormati dan mematuhi instruksi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Perusahaan saat ini berada dalam posisi kooperatif dan menjalankan instruksi teknis dari Satgas PKH terkait penataan kawasan.
Tidak ada “invasi ilegal”; seluruh aktivitas di lapangan dilakukan dalam koridor koordinasi dengan instansi berwenang guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi kehutanan yang berlaku.
3. Bantahan Atas Keterlibatan Pihak Luar
Tudingan yang menyeret nama Saudara Anton Timbang (Ketua Kadin Sultra) dalam operasional perusahaan adalah tudingan yang tidak berdasar (fitnah) dan bersifat asumtif.
PT Masempo Dalle bekerja secara profesional sebagai badan usaha mandiri yang tunduk pada hukum korporasi, bukan atas dasar perlindungan individu atau organisasi manapun.
4. Komitmen Lingkungan dan Hukum
PT Masempo Dalle senantiasa menjalankan komitmen reklamasi dan pascatambang sebagai bentuk tanggung jawab ekologi.
Kami menyayangkan diksi-diksi provokatif yang digunakan oleh pihak KRAMAT yang cenderung menghakimi tanpa adanya pembuktian melalui proses hukum yang sah (asas praduga tak bersalah).
Pernyataan Penutup
PT Masempo Dalle adalah perusahaan yang memiliki integritas dan komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah Sulawesi Tenggara melalui sektor pertambangan yang bertanggung jawab (Good Mining Practice).
Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang belum teruji kebenarannya.
Kami tidak akan ragu untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah atau pencemaran nama baik yang merugikan reputasi serta operasional perusahaan.
Laporan : Tam
PERTAMBANGAN
Kajati Sultra Tegaskan Sanksi Satgas PKH bagi Perusahaan Tambang Bersifat Administratif, Bukan Pidana
KENDARI, Bursabisnis. Id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Satuan Tugas Penataan Kelola Hutan (Satgas PKH) memberikan klarifikasi terkait mekanisme penindakan terhadap perusahaan pertambangan yang melakukan pelanggaran administratif di wilayah Sultra.
Kasi Intel Kejati Sultra, Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Satgas saat ini lebih mengedepankan fungsi pembinaan dan perbaikan tata kelola.
Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan kepada perusahaan-perusahaan tambang yang terindikasi melanggar aturan penggunaan kawasan hutan tersebut sejauh ini bersifat administratif.
“Perlu dipahami bahwa tindakan yang dilakukan melalui Satgas PKH ini fokus pada pemenuhan kewajiban administrasi. Jadi, sanksinya bukan bersifat pidana, melainkan sanksi administratif,” ujar Muhammad Ilham saat memberikan keterangan di Kendari pada Rabu, 31 Desember 2025.
Fokus pada Pemulihan Hak Negara
Muhammad Ilham menambahkan bahwa pendekatan administratif ini diambil untuk memastikan perusahaan-perusahaan tersebut segera melengkapi dokumen perizinan yang diperlukan, seperti IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) atau kewajiban pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).
Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mempercepat pemulihan hak-hak negara tanpa harus melalui proses peradilan pidana yang panjang, selama pelanggaran yang dilakukan masih dalam ranah prosedur administratif.
“Tujuan utamanya adalah penataan. Kita ingin memastikan seluruh investasi di Sultra berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, sehingga kontribusi terhadap daerah dan negara bisa optimal,” pungkasnya.
Meski demikian, pihak Kejati tetap mengingatkan agar seluruh pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) berkomitmen menyelesaikan kewajiban mereka tepat waktu, guna menghindari sanksi yang lebih berat.
Laporan : Kas
Editor : Tam
KEUANGAN
Menkeu Purbaya Apresiasi Kinerja Jajaran Kementerian Keuangan
JAKARTA, Bursabisnis.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri acara “Dialog Akhir Tahun dan Tutup Kas Tahun Anggaran 2025” bersama jajaran Kementerian Keuangan sebagai bagian dari evaluasi kinerja fiskal dan perekonomian nasional sepanjang tahun berjalan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan isu terkini di masing-masing wilayah dan memperkuat kesiapan menyongsong Tahun Anggaran 2026.
Jajaran Kementerian Keuangan dari empat regional, yakni Regional Sumatera; Regional Jawa dan Kalimantan; Regional Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara; serta Regional Papua dan Maluku, menyampaikan laporan kinerja APBN di wilayah masing-masing, kondisi perekonomian di daerah, serta isu strategis yang ada di tiap wilayah. Laporan tersebut disampaikan secara langsung kepada Menkeu Purbaya melalui video conference.
Dalam dialog tersebut, Menkeu Purbaya mengulas kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tiap daerah serta menyampaikan arahan untuk perbaikan ke depan, sebagaimana dilansir dari laman kemenkeu.go.id.
Menkeu Purbaya mengapresiasi peran aktif dan kerja keras seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang telah berkontribusi dalam menjaga kondisi fiskal tetap sehat dan berkesinambungan, meskipun situasi perekonomian global masih diliputi ketidakpastian.
Pada kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan atas kinerja, dedikasi dan komitmen yang telah diberikan sepanjang tahun 2025.
Ia mengajak seluruh insan Kementerian Keuangan untuk terus meningkatkan semangat dalam menyongsong tahun mendatang.
Laporan : Tam
-
ENTERTAINMENT6 years agoInul Vista Tawarkan Promo Karaoke Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa
-
Rupa-rupa6 years agoDihadiri 4000 Peserta, Esku UHO dan Inklusi Keuangan OJK Sukses Digelar
-
PASAR6 years agoJelang HPS 2019, TPID: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
-
Entrepreneur6 years agoRumah Kreatif Hj Nirna Sediakan Oleh-oleh Khas Sultra
-
Fokus6 years agoTenaga Pendamping BPNT Dinilai Tidak Transparan, Penerima Manfaat Bingung Saldo Nol Rupiah
-
FINANCE6 years agoOJK Sultra Imbau Entrepreneur Muda Identifikasi Pinjol Ilegal Melalui 2L
-
Fokus7 months agoUsai Harumkan Nama Wakatobi, Pelatih Atlit Peraih Medali Emas Jual Hp Untuk Ongkos Pulang
-
PERTAMBANGAN4 months ago25 Perusahaan Tambang di Sultra Dihentikan Sementara Operasinya
